
Anak buah membayar pengabdiannya kepada atasannya, dengan usia.
Jika anak buah salah memilih atasan, dia telah menyia-nyiakan usianya.
Sebagaimana-besarnya pun keinginan seseorang untuk menjadikan Anda sebagai bawahannya,
dan sebagaimana mendesak pun kebutuhan kehidupan Anda,
Anda tetap bisa menolak untuk bekerja di bawah kepemimpinan seseorang.
Jika dia tidak menghormati Anda,
dan tidak memungkinkan Anda untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan terhormat, untuk apakah Anda berlama-lama bekerja di bawahnya?
Maka perhatikanlah, bahwa
Bekerja untuk siapa, bisa menjadi lebih penting daripada yang Anda kerjakan.
………..
Sahabat saya yang disayangi Tuhan,
yang sama haknya bagi kesejahteraan dan kebahagiaan dengan siapa pun yang telah mencapainya.
Mudah-mudahan Tuhan menguatkan kita untuk berlaku setegas yang kita ketahui harus kita lakukan.
Jika bukan kita yang memutuskan bagi kebaikan hidup kita sendiri, siapakah yang kita tunggu untuk memutuskannya bagi kita?
Jika kita tidak memutuskannya segera, apakah masih banyak waktu yang boleh kita boroskan dalam keluhan dan perasaan sebagai korban?
Jika telah terbukti tidak ada kejayaan dalam keraguan dan ketakutan, mengapakah kita tidak mencoba mereguk janji hadiah bagi mereka yang ikhlas untuk berani?
Maka marilah kita menjadi jiwa-jiwa yang ikhlas memberanikan diri, untuk bekerja dalam kebaikan dan berharap hanya kepada Tuhan, bukan kepada orang yang tidak menghormati pengabdian kita.
Ingatlah,
Bekerja untuk siapa, bisa menjadi lebih penting daripada yang Anda kerjakan.
Menyia-nyiakan Usia Dengan Bekerja Untuk Atasan Yang Salah
.
Apr 20, 2010



















2 comments:
slm super pak, sya sangat setuju skali dengan artikel yg satu ini, krna sejati x q harus brsaha utk mnjadi diri yg lbih baik, dan faktor atsan mmg sangt berpengaruh besar jka status kita msih bkerja pd org lain...
topik ini persis dengan pengalaman saya.. selama 10 tahun lebih sebagai karyawan tetap bekerja dengan sepenuh hati, pikiran dan tenaga tetapi tidak ada perubahan yang membaik bahkan cenderung menurun dan perlakuan yang tidak sehat. jabatan sih naik tapi tidak diimbangi dengan kompensasi dan penghargaan yang memadai. Dua tahun lalu saya benar-benar resign dan mulai mandiri. Meski sekarang belum ada perubahan yang signifikan, at least saya punya banyak waktu untuk mempelajari banyak hal serta bekerja dan berpikir secara berkualitas. dan motivasi bp. mario teguh menambah luas cara berpikir saya. thx
Post a Comment